Belajar dari Sopir Bus

    

    Pada pagi itu, ada tugas untuk berangkat ke Kota Banyuwangi. Rute perjalanan  melewati desa Benculuk. Tepat di depan Kantor Balai Desa Benculuk, kami berpapasan dengan sebuah bus yang cukup ternama.  Bus warna biru yang berinisial P, sebuah nama tokoh pewayangan. ada yang menarik hati kami untuk diceritakan. Bahwa sopir bus tersebut menggunakan seragam rapi dan memakai dasi.

         Sopir bus adalah pekerjaan mulia dan halal. Namun performance diver tidak hanya dilihat dari skill mengemudikan kendaraan dan mengendarainya. Namun kemampuan  menghargai orang lain, berkomunikasi yang  efektif, dan sikap yang ramah terhadap penumpang, serta semangat  melindungi penumpang agar tetap nyaman dan aman dalam berkendara, adalah sebuah ruh pelayanan. Membawa nama besar perusahaan adalah kebutuhan untuk menjaga eksistensi, maka seragam atau uniform nya sangat baik, rapi dan elegan. itulah coorporate culture

     Ada pesan indah yang kita terima dari perfoman seragam diver tersebut, jika anda berkelas, maka pakian anda akan rapi dan elegan. sikap anda akan santun dan ramah, serta menyenangkan. Seandainya budaya tersebut dipraktekan oleh Aparatus sipil negara, dan menjadi goverment culture bagi individu ASN, tentu akan menjadi pengaruh luar biasa, dan memberikan dampak yang baik bagi masyarakat.

    Terkadang ditemukan oknum pegawai yang asal-asalan memakai seragam, sepatu dan ornamennya. Bahkan sepatunya terlihat kusam tidak disemir. Maka diperlukan sentuhan visi padanya, bahwa tugasnya lebih berat dari sopir bus, dan Tanggung jawabnya adalah melayani umat yang banyak dan komplek, serta membawa nama Baik pemerintah, sebuah lembaga yang lebih besar dari perusahaaan.

    Belajar dari siapa saja itu akan membuat hati kita menerima ilmu tanpa mengingkarinya. begitulah cara para Ulama mengajari para santi agar tawadhu, dan mau menerima ilmu dari siapapu. kali ini kita akan belajar dari seorang sopir bus. sungguh ilmu yang perlu kita serap dan teladani dari seorang sopir. bukan dari mewahnya sebuah jabatan atau kedudukan, akan tetapi dari sebuah komitmen untuk tetap ikhlas beramal.  Bus Pandawa Cluring, Pertengahan Oktober 2025

Comments

  1. Catatan inspiratif. Belajar bisa dari mana saja, termasuk dari sopir bus.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Banyak, Mas prof, bimbingan dan arahan ditunggu

      Delete
  2. Perjalanan selalu punya cerita untuk direkam dalam catatan. Ditunggu refleksi perjalanan berikutnya.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Tip Memilih Kursi Kereta Api Logawa

PANTUN apresiasi BUKU FONDASI IMAN DAN AKHLAK